Sendratari Ramayana Prambanan

Sendratari Ramayana Tak Lagi di Bulan Purnama

Sendratari Ramayana di Panggung Terbuka Prambanan (OPen Air Theatre) tidak lagi digelar pada bulan purnama saja. Tetapi sudah digelar tiga kali dalam sepekan yaitu Selasa, Kamis dan Sabtu.

”Image masyarakat, Sendratari Ramayana itu masih digelar setiap bulan purnama saja. Dan berlangsung hanya empat kali setiap bulannya,” kata Ir Djoko Sutomo, Kepala Unit Teater dan Pentas PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko kepada Heri Purwata di Prambanan, Yogyakarta, Sabtu (26/7/2008) lalu.

Padahal pagelaran tiga kali dalam sepekan ini sudah berlangsung kurang lebih delapan tahun yang lalu. Karena itu, Djoko Sutomo mengharapkan agar pertunjukkan Ramayana ini lebih memasyarakat.

Selain waktu pertunjukkan, episode pementasan Ramayana juga telah dibuat dua versi yaitu full story dan episode. Pementasan Ramayana full story hanya berlangsung dalam satu malam sudah selesai. Sedangkan episode, dilaksanakan empat hari berturut-turut setiap bulannya.

Namun para penggemar sendratari banyak yang menonton pada full story. Sebagian besar penontonnya wisatawan manca negara yang terbatas waktu berkunjungnya ke Indonesia. ”Mereka terbatas waktunya, sehingga memilih full story dan hanya satu malam sudah mengetahui secara keseluruhan jalan ceritanya,” katanya.

Namun bagi mereka yang ingin menikmati sendratari Ramayana secara utuh memilih episode. Ini yang sering dipentaskan pada bulan Purnama.

Sebelum menikmati Sendratari Panggung Terbuka yang cukup dingin, penonton bisa menikmati makan malam di Prambanan Resto. Letak restoran yang menyuguhkan aneka masakan Indonesia berdampingan dengan Panggung Terbuka.

”Wisman memilih paket Ramayanan dan Dinner. Mereka menikmati masakan Indonesia terlebih dulu baru menonton Rayamana,” kata Djoko.

Menurut Dwi Murdianto alias Wawik, pengelola Prambanan Resto mengatakan suguhan makanan di restorannya masakan Indonesia yang sudah mendunia. Ia tidak menyediakan masakan Eropa atau yang lainnya. ”Semua Indonesia,” kata Dwi.

Dwi merasa optimis restoran yang dikelolanya cukup laris. Sebab masakan yang disajikan sudah dikenal dunia seperti sate, bakmi, kentang goreng, nasi goreng, dan lain-lain.

Namun untuk bisa makan di restoran ini harus pesan terlebih dahulu. Khususnya, bagi rombongan yang dalam jumlah banyak. Dwi menerapkan tarif makan setiap orangnya Rp 60 ribu. ”Keunggulan restoran ini bisa menikmati makanan sambil melihat Candi Prambanan yang diterangi dengan sinar yang terang,” katanya.

Sendratari Ramayana menceritakan tentang Negeri Mantili yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Janaka. Ia mempunyai mempunyai putri cantik berdama Dewi Shinta. Untuk menentukan calon suaminya, Prabu Janaka menggelar lomba. Akhirnya lomba dimenangkan Putra Mahkota Kerajaan Ayodya, Raden Wijaya.

Sementara Prabu Rahwana, Raja Alengkadiraja juga ingin memperistri Dewi Widowati. Setelah melihat Dewi Shinta, Rahwana beranggapan jika Shinta merupakan titisan Dewi Widowati yang selama ini dicari-cari.

Untuk merebut Shinta dari Raden Wijaya, Rahwana membuat jebakan ketika Rama Wijaya, Shinta dan Lesmana berburu di hutan Dandaka. Rahwana mengubah seorang pengikutnya, Kalamarica menjadi seekor kijang kencana.

Rama tertarik pada kijang kencana sehingga meminta Rama untuk mengejarnya. Namun cukup lama Rama tidak kembali, Shinta menjadi cemas sehingga meminta Lesmana untuk menyusulnya.

Namun sebelum menyusul Rama, Lesmana telah ‘mengamankan’ Shinta dengan lingkaran magis. Sehingga orang tidak bisa mendekati Shinta. Rahwana pun tidak berhasil mendekati Shinta karena kekuatan magis.

Untuk mengeluarkan Shinta dari lingkaran magis, Rahwana mengubah dirinya menjadi Brahmana tua. Ia tampak sangat renta dan meminta belas kasihan kepada Shinta.

Melihat Brahmana tua, Shinta timbul iba hatinya sehingga ia keluar dari lingkaran magis untuk memberikan sedekah. Di luar lingkaran inilah Shinta dibawa lari Rahwana ke kerajaan Alengkadiraja.

Hanoman yang diutus untuk mencari Shinta berhasil merebut Shinta dari tangan Rahwana dan membawanya kepada Rama. Namun Rama tidak mau menerima Shinta karena menganggap Shinta telah ternoda selama di Alengka.

Tetapi Shinta membantah telah ternoda dan dibuktikan dengan membakar diri. Karena Shinta masih suci, api tidak mampu membakar tubuh Shinta. Kemudian Rama baru percaya dan mau menerima Shinta. ***

About these ads

About heripurwata

I am journalist
This entry was posted in Budaya. Bookmark the permalink.

15 Responses to Sendratari Ramayana Prambanan

  1. bagas says:

    saya ingin jalan-jalan ke sana loh… harga tiketnya berapa ya? selesai jam berapa?

  2. heripurwata says:

    Untuk tiket mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per orang. Ada paket malam malam sebelum nonton sendratari, di sebelah panggungnya. Tapi untuk bulan november-desember ini mainnya pindah di indoor, karena musim hujan.

  3. Edo says:

    KOntak untuk pemesanan tiket dll dimana ya Mas? Thanks

  4. heripurwata says:

    Ke Pak Joko Sutomo ke nomor berikut 08562894821. TEtapi bisa juga ke nomor telepon (0274) 496408 atau 497771. Saat ini mainnya di indoor dengan harga tiket, kelas khusus Rp 125.000, klas I Rp 100.000 dan klas II Rp 50.000. Semoga bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya dan jangan bosan ya.

  5. dhian says:

    tiket masuknya brape???????

  6. heripurwata says:

    Di musim penghujan antara Rp 50 ribu – Rp 125 ribu.

  7. ian doak says:

    Ini sendratari yang dikemas SANGAT APIK, SPEKTAKULER !!! dengan latar candi Prambanan….sangat indah…harus lihat sendiri, jangan cuma dengar cerita orang!! Wisman aja nonton, masak orang Indonesia nggak nonton???

    WAJIB DIPROMOSIKAN !!!!!

  8. Dery Abdulah Boesly says:

    Saya ada rencana ke Yogya antara tanggal 11 s/d 15 Juni 2009. Terpikir buat nonton Sendratari Ramayana tanggal 13 Juni 2009 di Prambanan, apa sedang full moon? bagaimana cara pemesanan tiketnya? apa bisa melalui Bp. Joko Sutomo juga? terima kasih.

    • heripurwata says:

      Untuk VIP harus pesan ke no tlp (0274) 496408. Kalau yang lainnya langsung ke Prambanan. Terimakasih atas kunjungannya. Kalau sempat juga bisa mampir ke website saya: yogyakartaonline.com. Semoga senang selama di Yogyakarta. Terimakasih.

  9. candra says:

    Saya rencana akan ke jogja tgl 5-7 juni ini. Kira2 saya bisa nontonaya maunya yg outdoor full story. Dan tiketnya brp tiap kelasnya? Terima kasih atas infonya pak…

    • heripurwata says:

      Mas Candra, untuk tanggal 5, 6, 7 dan 8 Juni 2009 jadwal pementasannya adalah episode di outdoor. Sehingga kalau mas Candra datang 5 dan 6 Juni ya hanya nonton dua episode. Sedangkan full storynya dilakukan hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Kalau jadwalnya, episode maka tidak dipentaskan full story. Untuk harga tiket VIP Rp 200.000, Kelas Khusus Rp 150.000, Kelas I Rp 100.000 dan Kelas II Rp 50.000. Semoga mas Candra bisa menikmati liburan di Yogyakarta. Terima kasih atas kujungannya dan jangan lupa juga berkunjung ke yogyakartaonline.com. Terima kasih

  10. ghina says:

    menarik sekali infonya….
    jadi pengen nonton sendratari ditemenin pasangan dibawah sinar bulan…hihihihi
    untuk tgl 6 s/d 10 juli yg full story tgl berapa dan berapa tiketnya?
    klo ga keberatan jwbn diemail juga ya
    thanks
    ghina

  11. sofie says:

    untuk bulan juli ini ada lagi ga ya? tolong info-nya.trims

  12. erwin says:

    kalau harga makan malam (set dinner) di prambanan resto sekarang brp ya pak ? khususnya buat rombongan (30-50 orang)

    terima kasih

    • heripurwata says:

      Mas Erwin, untuk makan malam setiap orang Rp 70.000,- , Sedangkan tiket masuk Ramayana VIP Rp 250 ribu, kelas Khusus Rp 175 ribu, Kelas I Rp 150 ribu, dan Kelas II Rp 75 ribu. Untuk makan malam bisa dinegosiasi dengan Bu Kristin di nomor (0274) 496178. Semoga informasi ini bisa membantu. Trims.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s