Pengantin Kraton Yogyakarta (9)

Pengantin Kraton Yogyakarta Pamitan 

Prosesi pengantin Kraton Yogyakarta berakhir Sabtu (10/5/2008),
dengan acara pamitan. Acara ini dilaksanakan di Gedong Jene, 
Kraton Yogyakarta.
Setelah Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas duduk,
sekitar pukul 11.15 WIB, pasangan pengantin GKR Maduretno dan 
KPH Purbodiningrat keluar dari Bangsa Kasatriyan menuju Gedong Jene. 

Dalam Gedong Jene, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi wejangan 
kepada pasangan pengantin. ''Sebagai orangtua, saya hanya bisa 
mengucapkan selamat dan memberi restu,'' kata Sultan HB X. 

Kami, lanjut Sultan HB X, mempunyai kewajiban untuk mengawinkan anak 
dan hanya mengantarkan anak hingga berkeluarga. Sesudahnya, orangtua 
tak ikut campur tangan lagi, sebab semuanya juga sudah memiliki 
keluarga sendiri.

Sultan juga mengharapkan agar kedua pengantin bisa menjalin hubungan 
baik dengan masyarakat. Bahkan Sultan HB X sendiri memberi contoh. 
Dalam resepsi pernikahan putri ketiganya, GKR Maduretno dan 
KPH Purbodiningrat, Sri Sultan HB X mengajak seluruh lapisan 
masyarakat untuk ikut merayakan.''Di sini pak RT saya saja saya 
undang untuk menghadiri resepsi,'' kata Sultan HB X.

Di empat masjid pathok negoro yaitu Masjid Plosokuning, 
Masjid Mlangi, Masjid Babadan dan Masjid Wonokromo juga dilakukan 
doa bersamaan dengan ijab kobul. Selain itu, di empat masjid tersebut
juga mengajak anak yatim piatu untuk ikut menikmati makanan tasyakuran 
pernikahan.

Dijelaskan Sultan, bahwa dalam proses pernikahan GKR Maduretno dan 
KPH Purbodiningrat ada beberapa hal yang disederhanakan.Diantaranya, 
acara nyantri hanya dilakukan satu hari. Padahal ketika Sultan HB X 
menikah dilakukan selama tiga hari.

Demikian pula, adat kraton dhahar klimah tidak seperti di masyarakat.
Di Kraton yang mengepal nasi adalah ibu pengantin kemudian nasi 
kepalan tersebut diberikan kepada kedua pengantin.
Sedangkan adat yang berkembang di masyarakat, yang membuat kepalan nasi
pengantinnya sendiri. Kemudian keduanya saling menyuap kepalan nasi. 

Selain itu, dalam penyelenggaraan resepsi pengantin, Sultan HB X 
mengaku telah melanggar peraturan kraton. Yaitu membunyikan gamelan 
Guntur Laut pada hari Jumat. Dalam peraturan kraton ada larangan untuk 
membunyikan gamelan pada hari Jumat. 

''Karena itu, saya harus membayar denda atas pelanggaran aturan 
tersebut. Dendanya bisa Rp 5.000 atau 10.000. Nanti yang membayar 
KGPH Yudhaningrat,'' kata Sultan. 

Selanjutnya, pengantin akan menempati rumahnya sendiri di daerah 
Maguwoharjo, Sleman. Menurut peraturan Kraton Yogyakarta, anak raja 
yang sudah berkeluarga dilarang untuk tinggal di dalam Kraton.Mereka 
harus berada tinggal di luar Kraton.

Bagi GKR Hemas berpisah dengan anak cukup berat. Sebab selama ini, 
putrinya lama tinggal di Australia dan jauh dengannya.Sekarang baru 
berkumpul sebentar sudah menikah dan tidak boleh tinggal di dalam 
Kraton.Sehingga GKR Hemas harus berpisah dengan putrinya, GKR Maduretno.

Dijelaskan Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam menggelar acara 
Kraton Yogyakarta berusaha untuk mengikuti perkembangan masyarakat. 
Karena itu, Kraton Yogyakarta telah mengeluarkan kebijakan manajemen 
yang lebih modern.

''Kami akan memberi kemudahan kepada masyarakat kalau ingin berhubungan
dengan Kraton. Misalnya, ada mahasiswa yang ingin mempelajari tentang
Kraton bisa membaca manuskripnya di perpustakaan Kraton,'' kata Sultan.

Selain itu, Kraton juga digunakan sebagai ajang pentas tari 
antar kecamatan. Sehingga para penari luar bisa belajar dari penari-
penari Kraton. ***

About heripurwata

I am journalist
This entry was posted in Budaya. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pengantin Kraton Yogyakarta (9)

  1. masroerchjb says:

    menarik tampilan web bapak, saya lgi cari2 sejarah masjid plosokuning yang dibangun Karton, e gak tahu ketemu bapak, sudilah kiranya bapak kaish informasi yang banyak tetntang majsid itu, salam keluarga, thanks

    • heripurwata says:

      Saya belum punya informasi yang cukup. Nanti tak tanya teman yang tahu. Terima kasih atas kunjungannya. Salam juga untuk keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s